- Drawing semi-final bersifat open draw. Artinya, tidak ada klub unggulan dan tim-tim dari negara yang sama dapat betemu.
- Klub pertama yang diundi akan memainkan leg pertama di kandang.
- Jadwal Empat besar juga ditentukan dalam acara drawing malam ini.
- Sebagai catatan , Drawing tambahan akan dilaksanakan guna menentukan tim mana yang bertindak sebagai 'tuan rumah' pada semi final, antara pemenang pertandingan leg 1 dan pemenang pertandingan leg 2.
Hasil 8 Besar Liga Champions:
| Tim 1 | Agregate | Tim 2 | Leg
Pertama | Leg Kedua |
| Real Madrid |
5-3 |
Galatasaray |
3-0 |
2-3 |
| Malaga |
2–5 |
Borussia Dortmund |
0-0 |
2-3 |
| Paris St Germain |
3-3 |
Barcelona |
2-2 |
1-1 |
| Bayern Munich |
4-0 |
Juventus |
2-0 |
0–2 |
Bayern Munich dan
Barcelona memastikan tiket ke
semi-final Liga Champions musim ini, menyusul langkah
Real Madrid dan
Borussia Dortmund, yang sudah lebih dulu lolos satu hari sebelumnya..
Dengan begitu, semua syarat untuk
UEFA menggelar
fase drawing babak
semi-final Liga Champions musim
2012/13 telah terpenuhi.
Drawing sendiri akan dilaksanakan
Jumat waktu
Nyon,
Swiss dan akan dilangsungkan di markas besar
UEFA.
Untuk
fase drawing babak
semi-final,
UEFA tidak akan memberikan batasan apa pun mengenai tim yang akan bertemu satu sama lain. Itu berarti
Barcelona bisa menghadapi
Real Madrid, dan demikian juga
Bayern Munich memiliki kemungkinan berduel dengan
Borussia Dortmund.
Adapun pengundian akan dilaksanakan pada Jumat (15/3) pada pukul 12.00 waktu
Zurich, Swiss, atau pukul 19.00 WIB, di markas besar
UEFA di
Nyon.
Laga semi-final akan berlangsung pada 23-24 April dan 30 April-1 Mei. Dan puncaknya digelar Sabtu, 25 Mei di Wembley, London.
Inilah profil empat tim peserta semi-final Liga Champions:
Real Madrid melangkah ke semi-final Liga Champions setelah melewati hadangan tim Turki Galatasaray. Dominasi Real Madrid atas Galatasaray hanya terlihat di leg pertama.
Di Santiago Bernabeu, Real Madrid memetik kemenangan dengan skor meyakinkan 3-0. Alhasil, tak sedikit yang menilai Real Madrid tak akan menemui kesulitan untuk menegaskan dominasi mereka di leg kedua.
Faktanya, di Turk Telekom Stadion, Real Madrid harus mengalami kekalahan. Bahkan bila Galatasaray bisa lebih tajam di depan gawang Diego Lopez, bisa jadi Real Madrid yang tersingkir.
Tim tamu memimpin lebih dulu lewat gol Cristiano Ronaldo. Namun, tuan rumah bisa mengejar hingga tiga gol. Tendangan keras Emmanuel Eboue, aksi individu Wesley Sneijder dan sontekan tumit Didier Drogba membuka peluang Galatasaray untuk lolos. Tapi Real Madrid bisa memaksakan skor menjadi 3-2 beberapa menit sebelum laga usai. Real Madrid pun lolos ke babak berikutnya, sementara Galatasaray tersingkir namun tidak dengan rasa malu.
Dramatis. Satu kata itu yang bisa menggambarkan persaingan Dortmund dan Malaga di perempat-final Liga Champions musim ini.
Kedua tim bertarung habis-habisan di dua kali pertemuan. Di kandang Malaga, Dortmund bisa memaksakan hasil imbang tanpa gol. Di leg kedua, ada lima gol tercipta, di mana dua di antaranya dilesakkan di masa injury time babak kedua.
Malaga memimpin lebih dulu lewat aksi Joaquin Sanchez, yang bisa disamakan oleh Robert Lewandowski. Malaga kembali memimpin lewat sontekan Eliseu di akhir pertandingan, tapi saat masa injury time, tuan rumah bisa mencetak dua gol balasan, di mana gol penentu kemenangan dan lolosnya Dortmund dicetak oleh Felipe Santana.
Malaga memprotes, bahkan melayangkan surat resmi ke UEFA, atas gol tersebut. Bagaimana pun juga, Dortmund menjadi tim yang lolos di laga itu.
Dominasi Barcelona diredam dengan baik oleh Paris St Germain. Dalam dua pertemuan, di Parc Des Princes dan Nou Camp, Barcelona tak bisa meraih kemenangan.
Tapi, wakil Spanyol itu menjadi tim yang dinyatakan lolos ke babak berikutnya karena aturan produktivitas gol di kandang lawan. Ya, saat duel di kandang PSG, Barcelona bermain seri 2-2, sementara di kandang sendiri, skor 1-1 menjadi hasil akhirnya.
Adalah Lionel Messi yang menjadi bintang di laga itu. Meski di leg kedua tak mencetak gol, namun ia memiliki andil besar untuk mengubah hasil pertandingan dengan pergerakan, umpan dan kharismanya di lapangan.
Bayern Munich menunjukkan kelas yang lebih baik dibanding Juventus. Dalam dua kali pertemuan, Bayern mencatat kemenangan identik 2-0.
Di Allianz Arena, dominasi Bayern sangat terasa. Juventus dipaksa bermain di daerahnya sendiri. Andrea Pirlo juga sukses dimatikan pergerakannya, yang membuat tim Italia itu tak bisa mengembangkan permainan. Gol demi gol pun bersarang ke gawang Gigi Buffon. 2-0 menjadi hasil akhir laga itu.
Di Juventus Arena, tim tuan rumah menunjukkan kualitas permainan yang lebih baik. Tapi Bayern masih berada di level yang lebih tinggi dibanding Juventus.
Sempat bermain imbang 0-0 di babak pertama, Bayern akhirnya bisa mencuri dua kesempatan untuk unggul, yang pertama lewat aksi Mario Mandzukic dan David Pizarro. Bayern pun lolos ke semi-final dengan agregate 4-0.